Trending
Loading...
  • New Movies
  • Recent Games
  • Tech Review

Romantika

Romantika

Game Reviews

Recent Post

Senin, 13 Oktober 2014
AKU SUDAH TAHU

AKU SUDAH TAHU



AKU SUDAH TAHU
Ame’ (Poetra Sang Proletar)
Ia tak tahu  apa yang kau ajarkan
ia bingung dengan jalan yang kau tuntunkan
namun dengan dekil, bau, dan kurus anak kecil itu menerima saja
yaitu menyusuri jalan
yang katanya penuh kebenaran dan keajaiban
penuh kedamaian serta kasih sayang
Sering kali ia tersandung di jalanmu yang mulus itu
namun ia dengan sigap bangun. Mengapa ?
selalu ia merasa terancam walau jalanmu terlihat aman
tapi, ia tak takut dan masih saja terus melangkah
walau dengan arah dan tujuan yang belum terbaca. Mengapa ?
kau pun tersenyum yang ia tak tahu apa maksudnya
serta kehendakmu kepadanya
Kini ia berjalan
jelas iya… kau teriakkan kebenaran
yang memang anak itu selalu di salahkan
dengan semua kebenaran yang ia lakukan

Ia masih saja berjalan
jelas iya… Kau menjanjikan keajaiban
yang memang anak itu telah putus asa dengan harapan
yang tak kunjung menuai jawaban
Dia masih terus berjalan
jelas iya… kau menjanjikan kedamaian
yang memang anak itu telah bosan
dengan dunia yang semakin membinasakan
Nyatanya ia masih berjalan
jelas iya… kau menawarkan kasih sayang
yang ternyata anak itu telah lama rindu
dengan apa yang di sebut cinta
dengan apa yang di sebut cinta
Aku tak bertanya mengapa anak itu berjalan !
tapi aku bertanya mengapa engkau berbohong !
tak perlu kau jawab
karena jawabannya telah aku dapati
Yang perlu kau jawab adalah
mengapa kau janjikan anak itu dengan kebenaran
yang ternyata hanya kesesatan
yang kau sajikan
dan ternyata hanya kebohongan
yang selalu kau ucapkan
mengapa kau janjikan anak itu dengan keajaiban
yang ternyata hanyalah tipu muslihat yang kau coba berikan
dan hanya kemelaratan yang ia dapatkan
Mengapa kau bisikkan tentang kedamaian
yang ternyata peperangan, peperangan
dan peperanganlah yang kau perlihatkan
Dan Mengapa kau menawarkan kasih sayang
yang ternyata hanya penyiksaan, pengasingan,
dan penindasan yang ia rasakan
membuat anak kecil itu belum jua menuai jawaban
dari harapan yang mulai membosankan
Semua itulah yang harus kau jawab
walau sebenarnya
juga telah ku tahu jawabannya.
 




no image

Adik Kecil



Adik Kecil
Karya: Mammank
Perlahan ku pejamkanmata dalam heningku
ku resapi semua goresan hidup yang telah kulalui
berharap terjaga dalam gelap yang abadi
namun itu bukan lah kepasrahan yang kumiliki
hingga gelap benar-benar mampu menyapu terangku

Gelap tak kunjungmenjemput
justru terang yang semakin benderang
akhir dari harapan ku terbangun
terbangun karna pancaran sinar dari dirimu

Kala itu kau hadirdalam sadar yang telah ada
nyata yang telah tercipta, dan waktu yang telah terurai
hingga kini sadar akan keberadaanmu tak lagi ku hiraukan
namun sadar akan cintaku padamu mulai ku pertanyakan

Kau lah adik kecilyang ku kagumi
menari dalam bayangan di kepalaku
senyum yang indah di balik paras yang terukir manja
untaian kata yang kau tuturkan terdengar merdu di telingaku
bak melody indah instrument romantika paris

Kau lah adik kecilyang ku kagumi
rasa kagumku pun semakin mendalam
walau ku jaga kau dari jauhku
dan ku dekap kau dalam mimpiku

Kau lah adik kecilyang ku kagumi
inilah kakak yang tak mampu menggapaimu
inilah kakak yang hanya bisa memandangimu
dan itu dari jauhku….



Ada Apa Dengan Komunisme ? (Part 1)

Ada Apa Dengan Komunisme ? (Part 1)

Ada Apa Dengan Komunisme ? (Part 1)
Abdul Rahman/Ame’
Ku lihat lagi tulisan besar nan mencolok itu di majalah dinding kampusku, tulisan  yang seakan memonopoli majalah dinding yang berukuran 2x1 M. itu, seakan menjadi berita atau penyampaian utama yang harus di baca, senyap seketika melanda sukma yang mendendam. Tulisan yang penuh semangat itupun kubaca dalam hati, di iringi seribu macam tanya yang menguntai untuk segera di jawab. “HATI-HATI BAHAYA LATEN KOMUNIS” ya, itulah tulisan yang dengan begitu keras di sampaikan kepada siapapun yang membacanya. “sering kali saya melihat tulisan itu mengisi mading ini, apakah memang telah menjadi topik paling trend saat ini ?” Tanyaku kepada salah seorang pengurus mading tersebut, namun ternyata tulisan itu hanyalah bak sebuah iklan yang harus selalu ada dan menghiasi majalah dinding yang katanya ter-up date itu, sungguh ironis !
Ada apa dengan komunis ataupun Komunisme ? itulah pertanyaan yang selalu terbayang dalam kepala yang masih ambigu ini ketika dengan serius membaca tulisan itu. Mengapa sampai sekeras itu dengan Komunisme ? saya pun langsung berprasangka, mungkin karena mereka adalah barisan anti komunis yang berserikat kemudian di berikan mandat untuk mengkampanyekan Anti Komunisme, atau mungkin mereka tidak paham dengan Komunisme dan hanya berpedoman pada kebenaran relatif atau justifikasi belaka. Atau mungkin saja mereka buta akan sejarah atau justru sengaja di butakan oleh pihak petinggi yang tidak terlalu akrab dengan orang-orang komunis. Tapi semoga mereka yang katanya “Agent Of Change” bukan karena hanya mematuhi perintah dan tidak tahu apa-apa tentang tulisan itu yang bagiku sangat tidak Rasional.
Mungkin kita perlu mendiskusikan hal ini, apa iya Komunis itu sejahat yang para penguasa selalu kampanyekan di media-media mereka sendiri, apa iya Komunis itu sesadis yang mayoritas masyarakat sering ceritakan kepada anak cucu mereka. Apa iya Komunis itu benar kejam seperti yang tertuang dalam buku-buku mata pelajaran sejarah Sekolah Menengah Pertama maupun atas. Entah siapa yang benar dan salah dalam hal perspektif yang banyak mengundang kontroversi ini.
Maaf saya banyak tanya kepada Anda atau kalian yang saya rasa wajib menjawab pertanyaan saya. Jika kalian bertanya apakah saya ini seorang Komunis, jelas saya akan menjawab bahwa Saya bukan seorang Komunis, dan saya bukan simpatisan komunis. Tapi saya hanyalah orang yang sepakat dengan konsep perjuangan masyarakat hina yang di bawa oleh orang-orang komunis. Dan mungkin lebih lucu lagi ketika kalian bertanya apakah saya ini seorang Ateis, atau bahkan orang yang anti terhadap agama (kafir).
Sulit untuk di lupakan, jujur saya memang sudah seringkali di tuduh Komunis, Ateis dan yang lebih parah lagi seorang kafir yang berkeliaran di bumi Tuhan ini (katanya). Justifikasi kafir terhadapku justru membuatku terbahak dalam hati. Kenapa tidak, sungguh ironis jika seorang hamba melaknak sesamanya dengan gelar kafir tanpa seizin Tuhannya atau lebih jelasnya ia telah mendahului Tuhannya. Sesuai dengan pelajaran Agama yang pernah saya dapatkan, persoalan neraka dan syurga atau persoalan kafir dan mulia di mata Tuhan itu hanya Tuhan sajalah yang tahu. Saya lulusan dari Pesantren yang di tiap harinya dijejali pendidikan Islami yang secara kebetulan gemar mempelajari Idiologi yang katanya “HARAM” itu, dan mungkin sebuah Hidayah atau tuntunan dari Tuhan untuk meyakininya sebagai falsafah dalam menyusun konsep perjuangan guna melepaskan manusia dari Kedzaliman Tirani (DAN BUKAN SEBAGAI AGAMA), tapi hanya sebagai Idiologi Ekonomi Politik “Politycal Economy”. Berarti benar jika di katakan bahwa Komunisme bukanlah sebuah ajaran keagamaan tapi merupkan Idiologi Ekonomi politik yang berlawanan dengan Apa yang membelenggu sistem Ekonomi Politik Nasioanal dan Internasional saat ini yaitu KAPITALISME.
Bersambung….


Ada Apa Dengan Bunga ?

Ada Apa Dengan Bunga ?



Ada Apa Dengan Bunga ?
(Spesial Buat Kawan Irfan/Lecet)
Cipt. Mammank

kawan bertanya ada apa dengan bunga
aku pun tak luput dari tanya mengapa
mereka memiliki ribuan tanya tentang bunga
yaa.... bunga telah di petik oleh salah satu kawan

semakin mekarlah sang bunga
siraman cinta telah memekarkan sang bunga
kawan dengan penuh kesungguhan berbangga
memetik dan akhirnya memiliki sang bunga adalah cita
karena ia dan kami tahu jikalau bunga adalah kesejatian cinta

mekarnya sang bunga pastinya di balik layu dan mati
begitulah singgungan sang pujangga kepadanya si kawan
yang seakan menjadi gila di taman bunga

hingga akhirnya....                                         
kawan kembali bertanya ada apa dengan bunga
sesaat merawat bunga bukan lah kebahagian yang di rasa

namun tanya, tanya dan tanya
di manakah bunga yang pernah ia petik
dimanakah bunga yang pernah ia miliki

kini ia layu oleh bunga yang mekar di sana


Copyright © 2014 Catatan Jejakku
Distributed By Blogger Template | Designed By Odd Themes
Back To Top